Jumat, 15 Maret 2013

Pengertian Paragraf Narasi


Paragraf Narasi merupakan salah satu jenis paragraf yang mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu. Paragraf narasi terdiri atas narasi kejadian dan narasi runtut cerita.

Contoh Paragraf Narasi:
Liburan sekolah beberapa tahun yang lalu, saya dan ibu pergi ke Pontianak. Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat.
Di Kota Pontianak, banyak sekali keunikan dan tempat menarik yang meruapan ciri khas Kota Pontianak. Perjalanan kurang lebih 2 jam dengan menggunakan pesawat. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Sintawang. Waktu tempuh menuju Sintawang kurang lebih sembilan jam dari Pontianak  jika menggunakan mobil. Daerah ini terkenal sebagai penghasil tenun ikat. Motif tenun ikatnya sangat unik dan coraknya sangat khas Kalimantan Barat. Harga tenun ikat ini tergolong mahal, tergantung motif dan bahannya. Harganya bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah.

Ciri-Ciri  Paragraf Narasi Secara Umum:
1.       Adanya unsur perbuatan atau tindakan.
2.       Adanya unsur rangkaian waktu dan informatif.
3.       Adanya sudut pandang penulis.
4.       Menggunakan urutan waktu dan tempat yang berhubungan secara kausalitas.
5.       Terdapat unsur tokoh yang digambarkan dengan memiliki karakter atau perwatakan yang jelas.
6.       Terdapat latar tempat, waktu, dan suasana.
7.       Mempunyai alur atau plot.

Ciri-Ciri:
(1)    Berupa rangkaian kejadian atau peristiwa,
(2)    Latar yang berupa latar waktu dan tempat terjadinya peristiwa,
(3)    Alasan atau latar belakang atau pelaku mengalami peristiwa,
(4)    Ada pelaku atau tokoh yang mengalami peristiwa, dan
(5)    Menekankan susunan kronologis

    Sebuah Paragraf Narasi dapat Dibangun dengan Unsur-Unsur berikut:
1.       Tema adalah pokok pembicaraan yang menjadi dasar penceritaan penulis
2.       Alur adalah jalan cerita, bagaimana cerita disusun sehingga peristiwa demi peristiwa dapat terjalin dengan baik
3.       Watak atau karakter berhubungan dengan perangi si pelaku atau tokoh dalam suatu narasi
4.       Suasana berhubungan dengan kesan yang ditimbulkan sehingga pembaca dapat ikut membayangkan dan merasaka suasana yang dihadapi pelaku
5.       Sudut pandang berhubungan dengan darimana penulis memandang suatu peristiwa.
Pengertian Paragraf Eksposisi:
Paragraf Eksposisi : Menjelaskan atau memaparkan tentang sesuatu dengan tujuan memberi informasi dan menambah wawasan.
Paragraf Eksposisi merupakan karangan yang bertujuan untuk menginformasikan tentang sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Karangan eksposisi bersifat ilmiah/nonfiksi. Sumber karangan ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian atau pengalaman.
Paragraf Eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya.
Ciri-ciri Paragraf Eksposisi, antara lain adalah:
·         Berusaha menjelaskan tentang sesuatu
·         Gaya tulisan bersifat informatif
·         Fakta dipakai sebagai alat konstribusi
·         Fakta dipakai sebagai alat konkritasi
Ciri-Ciri Paragraf Eksposisi:
a)      Memafarkan definisi (pengertian).
b)      Memafarkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan suatu kegiatan.
Jenis-jenis Paragraf eksposisi:
Contoh Paragraf Eksposisi 1 (Klasifikasi)
Pemerintah akan memberikan bantuan pembangunan rumah atau bangunan kepada korban gempa. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. Warga yang rumahnya rusak berat mendapat bantuan sekitar 30 juta. Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawasan dari pihak LSM.
Contoh Paragraf Eksposisi 2 (Ilustrasi)
Cengkeh, pohon yang tetap hijau. Sysygium aromatikum (eugenia-carllophulinta), asli di kepulauan Maluku. Kuncup bunganya yang belum terbuka ialah rempahnya yang penting. Disamping penggunaan terpenting sebagai rempah-rempah, kuncup bunganya yang berbentuk paku.
Jika sudah dikeringkan, dipakai di Pulau Jawa sebagai campuran tembakau, lebih-lebih sesudah tahun 1915 dengan pesatnya perusahaan rokok kretek dikudus dan detempat-tempat selain itu. Lalu, kadang-kadang sesudah digiling digunakan untuk mengharumkan kue, juga menghasilkan minyak uap yang digunakan sebagai bahan obat-obatan dan minyak wangi.
Contoh Paragraf Eksposisi 3 (Perbandingan)
Dilapangan, saat ini para petambak justru tengah memberikan benih udang vannamei. Meski harganya lebih murah dari undang windu. Tetapi, undang vannamei punya keunggulan, yaitu tahan dari berbagai penyakit, sedangkan udang windu sangat rentan dengan penyakit.
Contoh Paragraf Eksposisi 4 (Pertentangan)
Sebenarnya, bukan hanya ITS yang menawarkan rumah instan sehat untuk Aceh atau dikenal dengan Rumah ITS untuk Aceh (RI-A). Pusat penelitian dan pengembangan permukiman Departemen Pekerjaan Umum juga menawarkan Risha alias Rumah Instan Sederhana sehat. Modelnya hampir sama, gampang dibongkar-pasang, bahkan motonya Pagi Pesan, Sore Huni. Bedanya, sistem struktur dan konstruktur Risha memungkinkan rumah ini berbentuk panggung, diperkuat pelat baja dibagian sambungannya. Kekuatannya terhadap gempa juga telah diuji di laboraturium sampai zonasi enam.
Contoh Paragraf Eksposisi 5 (Laporan)
Sampai hari ke-8, bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. Misalnya, di Desa Piyungan. Sampai saat ini, warga Desa Piyungan hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan dibalik reruntuhan bangunan. Kondisi seperti ini menunjukan bahwa bantuan pemerintah kurang merata.
Contoh Paragraf Eksposisi 6 (Definisi)
Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan Oksigen, Urni dan Ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.
Contoh Paragraf Eksposisi
Parangtritis adalah nama Desa di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di Desa ini terdapat pantai Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada Objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut Gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut Parang Wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pegunungan di lokasi tersebut. Air panas dari Parang Wedang dialirkan ke Pantai Parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak. Di  Parangtritis ada juga di ATV, karena kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. Selain itu juga Parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

Contoh Paragraf Eksposisi
Paragraf 1 (a)
Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan Oksigen murni dan Ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuj menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.
Paragraf 2 (b)
Pernahkah anda menghadapi situasi tertentu dengan perasaan takut? Bagaimana cara mengatasinya? Di bawah ini ada lima jurus untuk mengatasi rasa takut tersebut. Pertama, persiapkan diri anda sebaik-baiknya bila menghadapi situasi atau suasana tertentu; kedua, Pelajari sebaik-baiknya bila menghadapi situasi tersebut; ketiga, Pupuk dan Binalaj rasa percaya diri; keempat, setelah timbul rasa percaya diri, pertebal keyakinan anda; kelima, Untuk menambah rasa percaya diri, kita harus menambah kecakapan atau keahlian melalui latihan atau belajar sungguh-sungguh.
Paragraf 3 (c)
Ejaan Bahasa Indonesia dengan huruf latin sudah beberapa kali mengalami perubahan yang disesuaikan dengan perkembangan bahasa dan Masyarakat pemakainya. Mula-mula ejaan Van Ophuisen, yaitu ejaan resmi untuk bahsa Melayu dengan huruf latin, yang disusun oleh Prof. Ch. Van Ophuisen atas perintah pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu. Selanjutnya pada tahun 1947 berlaku ejaan Suwandi karena yang menandatangani peresmian penggunaan ejaan itu seorang Menteri bernama Mr.Suwandi. Ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sekarang adalah ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang berlaku sejak tahun 1972.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar